TENTANG DIGITALSHMS

Mengenal bangunan
melalui datanya.

digitalshms adalah project Structural Health Monitoring yang menghubungkan data sensor, pengolahan sinyal, dan visualisasi untuk membantu memahami respons bangunan.

PROJECT DALAM PENGEMBANGAN
Aplikasi desktop · Data sensor · Visualisasi

Tiga menara.
Posisi yang bermakna.

Model BIM gereja memperlihatkan menara Angelic, Daud, dan Gading. Titik pengamatan mengikuti posisi sensor yang tersimpan dalam model project.

Terdapat tiga pasang accelerometer dan tiltmeter pada bagian atas, serta dua accelerometer bawah di menara Daud dan Gading.

Visualisasi posisi pada model, bukan pembacaan sensor langsung atau verifikasi pemasangan di lapangan.

Perbesar model dan titik sensor
Proyeksi geometri model BIM gereja tiga menara dengan delapan titik sensor sesuai koordinat model.
SUMBER: MODEL BIM PROJECT8 TITIK SENSOR

Mengapa respons bangunan perlu diamati?

Bangunan mengalami getaran dan perubahan respons saat berinteraksi dengan aktivitas di sekitarnya. Pengamatan visual memberi informasi tentang apa yang terlihat. Data sensor menambahkan perspektif tentang bagaimana struktur merespons dari waktu ke waktu.

digitalshms dikembangkan untuk membantu mengolah data tersebut menjadi informasi yang lebih mudah ditinjau. Fokusnya adalah memberi konteks pada hasil pengukuran, sehingga pola, perubahan, dan bagian yang perlu diperhatikan dapat dipelajari lebih lanjut.

Project ini ditujukan sebagai alat bantu bagi peneliti, engineer, dan tim yang bekerja dengan data pemantauan struktur.

Dari pengukuran ke peninjauan.

Alur digitalshms menggabungkan pengumpulan data dengan pemrosesan dan tampilan hasil dalam aplikasi desktop.

  1. 01

    Menerima data

    Data dapat dipelajari dari file pengukuran CSV atau Excel. Project juga menyediakan jalur koneksi perangkat IoT melalui MQTT untuk menerima data sensor.

  2. 02

    Mengolah respons

    Sistem memproses data getaran menjadi informasi seperti grafik perubahan terhadap waktu dan karakteristik frekuensi. Hasilnya membantu pengguna membaca perilaku sinyal secara lebih terstruktur.

  3. 03

    Menyajikan informasi

    Dashboard menggabungkan grafik, informasi perangkat, dan tampilan model bangunan agar data dapat dilihat bersama konteks titik pengamatannya.

  4. 04

    Mendukung evaluasi

    Pola dan indikasi penyimpangan menjadi bahan untuk ditinjau lebih lanjut. Interpretasi tetap membutuhkan pemahaman terhadap kondisi pengukuran dan karakteristik bangunan.

Apa yang dikembangkan?

Berikut bagian utama dari project saat ini. Buka setiap bagian untuk membaca penjelasannya.

Visualisasi data getaran

Grafik membantu pengguna melihat bagaimana respons sensor berubah sepanjang pengukuran. Informasi frekuensi melengkapi tampilan ini untuk mempelajari pola getaran yang muncul dalam data.

Pemantauan disajikan sebagai alat bantu eksplorasi data, dengan tampilan yang menghubungkan hasil pemrosesan dan informasi sensor.

Perangkat dan koneksi data

Pengguna dapat melihat dan mengelola perangkat yang terdaftar dalam aplikasi. Jalur penerimaan data mencakup file pengukuran serta integrasi MQTT untuk perangkat IoT, sesuai konfigurasi sistem.

Kualitas hasil tetap bergantung pada pemasangan sensor, koneksi, dan kualitas data yang diterima.

Konteks bangunan secara visual

Tampilan model bangunan membantu mengaitkan informasi sensor dengan struktur yang diamati. Dengan konteks visual, pengguna lebih mudah mengikuti lokasi pengamatan dan meninjau hasil antarbagian bangunan.

Eksplorasi analisis berbasis machine learning

Project mengeksplorasi machine learning untuk mengenali penyimpangan pola dalam data sensor. Implementasi saat ini menggunakan Isolation Forest sebagai indikator eksperimental.

Indikasi penyimpangan berarti ada pola yang perlu diperiksa. Hasil tersebut bukan diagnosis kerusakan, ukuran kesehatan struktur, atau probabilitas kegagalan bangunan.

Terus diuji, terus diperbaiki.

digitalshms berada dalam tahap pengembangan. Pekerjaan saat ini mencakup integrasi data sensor, pengolahan respons getaran, visualisasi, serta evaluasi indikator penyimpangan.

Arah pengembangannya adalah membuat alur pemantauan lebih jelas: mulai dari data yang masuk, proses analisis, hingga hasil yang dapat ditinjau dengan konteks yang tepat. Pengujian dan validasi diperlukan sebelum hasil analisis dipakai untuk kebutuhan operasional.

Memberi informasi pendukung untuk memahami respons bangunan. Penilaian kondisi dan keputusan terkait struktur tetap memerlukan evaluasi oleh tenaga ahli yang sesuai.

Mulai dari gambaran besarnya.

Kembali ke halaman utama